Vice President Director & Head of Employee Benefits and Sharia Business, Nelly Husnayati, menuturkan pertumbuhan premi syariah yang sangat signifikan tersebut dikarenakan nasabah memiliki persepsi produk syariah dinilai lebih menarik dari produk premi konvensional.
"Produk syariah ini lebih mengena. Sebelum kita luncurkan pada 2009, kita melakukan riset pasar terlebih dahulu pada 2005. Ternyata hasil riset, nasabah mengatakan kalau ada produk syariah saya mau beli," tutur Nelly, Rabu (1/5/2013).
Produk syariah sendiri baru dipasarkan melalui jalur distribusi konvensional. Pertimbangannya, nasabah memperoleh edukasi yang jelas tentang produk yang akan dibeli. Adapun kontribusi produk syariah dari penjualan agen mencapai 4,5%.
Dengan pertumbuhan yang sangat baik, kontribusi produk syariah terhadap total pendapatan Manulife Indonesia meningkat. Pada kinerja 2009, kontribusi produk syariah mencapai Rp 2,6 miliar. Pada akhir 2012, kontribusinya sudah mencapai Rp 42 miliar.
Chief Accountant Manulife Indonesia,Ogan Irfan, mengatakan ke depan bisnis syariah dan perbankan syariah akan semakin bersinar. Oleh sebab itu, perusahaan asuransi jiwa ini akan menjalankan strategi distribusi melalui perbankan syariah serta menjual produk asuransi syariah.
"Bancassurance untuk syariah baru akan mulai tapi produk syariahnya sudah disiapin. Kita juga mau jual produk syariah melalui bank dan group," kata Ogan.
CEO dan President Director Manulife Indonesia, Chris Bendl, menuturkan ada 5 strategi bisnis yang dijalankan Manulife Indonesia di 2013 ini.
Salah satunya adalah mengekspansi atau memperluas kinerja bancassurance. Dalam hal ini Nelly, menuturkan akan menggunakan saluran bank untuk menjual produk syariah.
"Syariah dari pertama kita luncurkan menggunakan saluran agency. Sekarang kita akan mulai lewat saluran perbankan, untuk antisipsi bisnis syariah yang terus berkembang," tukas Nelly.
Sumber: Liputan6.com diposkan tanggal 30 Mei 2013


0 comments:
Post a Comment