Rhesa Yogaswara,Business Development Division Head, QASA Strategic
Consultingmemprediksi, investasi di Indonesia akan terus tumbuh.“Hal ini
disebabkan karena meningkatnya jumlah kelas menengah dan pertumbuhan
ekonomi yang semakin pesat dari waktu ke waktu,” katanya kepada INILAH.COM.
Kalangan
kelas menengah tersebut, lanjut dia, akan membantu meningkatkan
perekonomian di tanah air sehingga semakin bergairah.“Hal ini
dikarenakan, kelas menengah sudah dapat hidup berkecukupan dan bisa
mulai membeli asuransi, dan produk keuangan lainnya,” ujarnya.
Menurut
dia, jumlah masyarakat Indonesia yang membelanjakan uangnya sebanyak
Rp35.000 per kapita per harinya, naik 13% sejak 2003 yang pada
tahuntersebut kenaikan hanya 5%. “Namun, pada tahun 2011 kenaikannya
bisa mencapai 18% yaitu sebesar Rp40.000,” ucapnya.
Diperkirakan,
kata dia, akan terdapat sekitar 110 juta masyarakat di Indonesia yang
mengeluarkan Rp95.000 per hari di tahun 2023.
Kondisi itu ditopang
oleh produk domestik bruto (PDB) Indonesia yang mengalami peningkatan
6%. Ini jelas turut memicu kelas menengah untuk
tumbuh.“Sehingga,mendorongtumbuhnya produk asuransi jiwa, bahkan
asuransi jiwa syariah,” papar dia.
Pertumbuhan PDB ini, kata
Rhesa, akan terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Hal inilah
yang menjadi peluang besar pula bagi asuransi jiwa untuk menambah jumlah
nasabahnya. “Keadaan ekonomi di Indonesia memang telah menguat,” tandas
dia.
Lebih jauh dia menjelaskan, fakta bahwa pertumbuhan kelas
menengah dipengaruhi oleh konsumsi domestik. Ini yang menjadi dasar
perlindungan untuk menghadapi masalah perekonomian global.
Sementara
itu, Rhesa menggarisbawahi, pasar asuransi jiwa syariah di Indonesia
saat ini memang sedang tumbuh pesat. Hanya saja, tingkat pengembangan
asuransi jiwa syariah saat ini masih dalam tahap awal untuk ikut ambil
bagian di pasar domestik.
Padahal, potensi jumlah nasabah yang
diprediksi mampu membeli produk asuransi berbasis syariah akan semakin
besar atau sekitar 80 juta nasabah. Namun, ada beberapa tantangan yang
harus dihadapi saat asuransi ini ditujukan untuk nasabah di luar kota
besar yaitu mahalnya biaya distribusi, yang dalam hal ini adalah sales
channel.
Berbagai praktisi asuransi syariah sangat berharap agar
nantinya pasar keuangan syariah lebih berkembang dengan cepat. Bila
tidak, perusahaan asuransi syariah harus bisa mengantisipasi risiko
keuangan dan risiko ketidaksesuaian liabilitas yang ditimbulkan.
Karena
kurang tersedianya instrumen keuangan yang sesuai dengan kebanyakan
pasar, sebaiknya pemerintah menghapus pembatasan instrumen investasi
asing. Jika pembatasan tersebut ditunda, pasar keuangan syariah di tanah
air akan menjadi lebih luas sehingga perusahaan dapat lebih leluasa
dalam berinovasi.“Selanjutnya, perusahaan juga dapat memenuhi kebutuhan
calon nasabah yang lebih banyak,” kata dia.
Saat ini,lanjut dia,
tingginya biaya telah disadari oleh berbagai pihak. Untuk mewujudkan
distribusiyang lebih efektif, diperlukan cara-cara kreatif dengan biaya
murah, seperti halnya pemanfaatan media sosial secara lebih konsisten.
Selain
itu, inovasi produk saja tidak cukup, karena pasar keuangan syariah
memerlukan fungsi-fungsi pendukung yang lebih cepat agar dapat mendukung
percepatan inovasi produk.
Saat ini perusahaan asuransi yang
menjual produk syariah biasanya menawarkan produk melalui unit asuransi
syariah, daripada dengan mendirikan perusahaan Asuransi Syariah.
Berdasarkan data dari Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia, pangsa pasar
Asuransi Syariah pada kuartal ketiga 2012 hanya skeitar 3,96%.
Kebanyakan
perusahaan Asuransi Jiwa Syariah menggunakan produk–produksyariah yang
hampir sama dengan produk asuransi pada umumnya. “Hingga saat ini,
perbedaan penjualan produk asuransi dan asuransi jiwa syariah hampir
tidak ada bedanya,” timpal Rhesa.
Asuransi Jiwa Syariah, kata dia,
memang memiliki target pasar yang sama dengan perusahaan asuransi pada
umumnya seperti kalangan menengah ke atas daripada memilih untuk
mengembangkan pasar yang benar–benar baru. “Namun, secara keseluruhan,
pertumbuhan kelas menengah di Indonesia akan menjadi potensi yang bagus
untuk semakin berkembangnya asuransi jiwa Syariah,” imbuhnya.
Sumber: Inilah.com diposkan tanggal 29 Mei 2013
Home »
» Berita: Kelas Menengah Siap Dongkrak Asuransi Syariah
Berita: Kelas Menengah Siap Dongkrak Asuransi Syariah
Posted by Unknown
Posted on 3:05 AM
with No comments


0 comments:
Post a Comment