M
|
asa depan
anak bukanlah pertaruhan. Orang tua wajib hukumnya menjamin buah hati mereka
bisa menempuh jenjang pendidikan sesuai yang diharapkan. Harus diakui, program pendidikan
gratis yang dicanangkan pemerintah sejak beberapa tahun terakhir belum menjamin
terbebasnya siswa dari berbagai kebutuhan operasional sekolah. Banyak biaya
yang harus dikeluarkan, seperti uang pendaftaran, buku pelajaran dan
perlengkapan sekolah yang besarnya bisa mencapai jutaan rupiah.
Dari
tahun ke tahun, biaya pendidikan kian mahal. Itulah sebabnya kita perlu menusun
perencanaan pendidikan anak yang matang agar masa depan anak-anak terjamin. Perencanaan pendidikan, terutama
dari sisi menyiapkan anggaran, tentu tak bisa dianggap urusan yang remeh.
Beberapa
faktor yg harus diperhatikan dalam mempersiapkan dana pendidikan untuk anak
antara lain :
1. Jangka Waktu.
Kapan dana tersebut akan dipergunakan. Apakah akan
dipergunakan 5 tahun lagi? 10 tahun lagi? Atau justru hanya 2 tahun? Semakin
panjang jangka waktu yang Anda miliki, biasanya akan semakin ringan beban Anda.
Contoh sederhana, andai anak masuk sekolah sekitar 10 tahun
lagi. Dia butuh uang untuk masuk sekolah sekitar katakan saja Rp 50 juta pada
tahun itu. Nah, kalau Anda menabung dari sekarang, maka jumlah yang harus Anda
tabung biasanya tidak seberapa. Lain halnya kalau mulai menabung pada tahun
ke-6, atau pada tahun ke-8. Jumlahnya pasti jauh lebih besar.
So Siapkan dari sekarang, dan kalau Anda sudah memiliki
sebagian dananya sekarang pisahkan saja dana pendidikan itu dalam pos terpisah.
Ingat, mempersiapkan dana untuk masuk sekolah berbeda dengan mempersiapkan dana
untuk beli mobil. Kalau beli mobil, dana tidak cukup, Anda bisa menunda rencana
tersebut. Tapi kalau untuk sekolah anak, masak Anda harus memundurkan waktu
masuk sekolah? Betul gak..?
2. Investasi
Kebanyakan orang memilih produk Asuransi
Pendidikan atau
Tabungan Pendidikan. Asuransi Pendidikan dikeluarkan oleh perusahaan asuransi,
sementara Tabungan Pendidikan dikeluarkan oleh Bank.
Alternatif
produk investasi lain adalah emas, saham, atau reksadana.
Prinsipnya, semua produk investasi yang memiliki kemungkinan
untuk bisa memberikan bunga atau naik nilai unitnya, sehingga bisa dipakai
sebagai alternatif investasi untuk mempersiapkan dana pendidikan anak. Tentu
saja, setiap produk investasi memiliki kelebihan dan kekurangan
sendiri-sendiri, serta risiko yang berbeda-beda.
3. Proteksi
Hal ketiga yang harus diperhatikan adalah apakah produk
investasi Anda memiliki proteksi. Artinya, apabila terjadi sesuatu
hal pada Anda (seperti kematian, kecelakaan, sakit dan semacamnya), maka produk
investasi Anda bisa tetap memberikan hasil dan menguntungkan buat Anda. Nah
disinilah Perannya Asuransi. Kalau Anda memilih Asuransi Pendidikan, maka
proteksi sudah ada didalamnya, shingga Asuransi Pendidikan disebut sebagai
rekening All in One.
Proteksi di sini adalah bila terjadi sesuatu pada Anda, maka
akan ada pihak ketiga yang akan tetap ‘menabung’-kan uang Rp 350 ribu, 500
ribu, atau 1 juta perbulan itu buat Putra/i tercinta, sehingga otomatis JAMINAN
dana untuk pendidikan anak TETAP Tersedia.
Dan
yang lebih penting adalah jangan hanya sekedar menyisikan dana tanpa ada
perhitungan sebelumnya, tetapi juga harus melihat besarnya dana yang dibutuhkan
kelak.
Contoh sederhananya begini. Anggap saja saat ini anak kita
berusia 5 tahun. Kalau kita asumsikan uang masuk SMU saat ini adalah Rp. 5
juta, dan usia rata-rata anak yang masuk SMU adalah pada usia 15 tahun,
pertannyaannya adalah, apakah nantinya akan membayar dengan jumlah yang sama
ketika anak kita masuk ke SMU, sekitar 10 tahun kemudian? Tentu saja tidak
bukan? Yang pasti, Biaya Pendidikan Anak tersebut pasti akan lebih mahal.
Bagaimana cara kita memperkirakan jumlah biaya pendidikan
Anak kelak kalau biaya pendidikan selalu naik dari tahun ke tahun? Kita bisa
menggunakan asumsi tertentu dan kita dapat menjadikannya sebagai patokan untuk
mempersiapkan dana Pendidikan Anak kita kelak.
Misal setiap tahun biaya pendidikan akan naik sebesar 10%
setiap tahun. Dengan demikian, kalau misalnya uang untuk masuk SMU pada saat
ini adalah Rp. 5 juta, maka tahun berikutnya dapat diperkirakan bahwa uang
tersebut akan menjadi Rp. 5,5 juta yang merupakan hasil perkalian dari Rp. 5
juta x 1,1.
Bagaimana dengan tahun kedua, tahun ketiga, dan tahun-tahun
berikutnya? Cara menghitung seperti di atas dapat diulang seperti ini, Rp 5
juta x 1,1 x 1,1 untuk tahun kedua dan Rp 5 juta x 1,1 x 1,1 x 1,1 untuk tahun
ketiga. Bagimana dengan 10 tahun kemudian? kalikan saja Rp. 5 juta dengan
(1,1) pangkat 10.
Jadi, bila ingin mempersiapkan Dana Pendidikan Anak, selain
ke 3 faktor diatas juga harus memperhitungkan berapa Biaya Pendidikan Anak yang
diperlukan kelak. Dengan demikian akan lebih mudah untuk mengatur strategi yang
tepat agar kita siap bila waktunya tiba.
Cita-cita Anak boleh menjulang tinggi, yang Penting Anda
sebagai orang tua harus tahu kiat dan langkah untuk bisa membantu mewujudkan
cita-cita anak, terutama dari sisi finansial.


0 comments:
Post a Comment